Laboratorium riset di fakultas sekolah vokasi bukan sekadar ruang praktikum. Ini merupakan jantung inovasi terapan, tempat teori bertemu realitas industri. Di sinilah mahasiswa vokasi belajar bukan hanya “cara kerja,” tapi juga “mengapa dan untuk siapa” teknologi itu dikembangkan.

Laboratorium riset sekolah vokasi biasanya dirancang untuk:

  • Mendukung pembelajaran berbasis praktik: Mahasiswa langsung menguji teori melalui simulasi, uji coba, dan prototipe.

  • Mengembangkan teknologi terapan: Fokus pada solusi konkret untuk kebutuhan industri, UMKM, atau masyarakat lokal.

  • Kolaborasi lintas disiplin: Menggabungkan teknik, bisnis, komunikasi, dan desain dalam satu ekosistem riset.

  • Integrasi dengan Teaching Factory (TeFa): Hasil riset langsung dihilirisasi menjadi produk atau layanan nyata

Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Tiga Serangkai memiliki 6 (enam) Laboratorium Riset dengan ketua dan anggota yang memiliki keilmuan serumpun dibidang teknologi informasi dan seni.

Creative Coding Studio
Data & User Research Hub

Laboratorium riset interdisipliner yang menggabungkan seni digital, pemrograman kreatif, dan teknologi interaktif. Dirancang sebagai ruang eksplorasi bagi mahasiswa dan dosen, studio ini mendorong penciptaan karya berbasis generative art, visualisasi data, dan interaksi manusia-komputer. Laboratorium ini menjadi tempat lahirnya prototipe visual, instalasi digital, dan narasi interaktif yang mengangkat isu sosial, budaya, dan teknologi. Di lingkungan sekolah vokasi, studio ini berfungsi sebagai jembatan antara logika teknis dan ekspresi kreatif, memperkuat kemampuan storytelling digital dan inovasi visual. Proyek-proyeknya sering dikolaborasikan dengan industri kreatif, UMKM, dan komunitas lokal, menjadikan riset sebagai alat pemberdayaan dan transformasi. Creative Coding Studio bukan sekadar tempat belajar, tapi ruang hidup yang memicu imajinasi dan membentuk identitas digital masa depan.

Laboratorium riset yang berfokus pada pemahaman perilaku pengguna dan pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan berbasis bukti. Laboratorium ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, mulai dari analisis big data, survei, hingga observasi etnografis. Di dalamnya, mahasiswa dan peneliti mengembangkan model interaksi, desain berbasis pengguna (user-centered design), serta sistem rekomendasi yang adaptif. Teknologi yang digunakan meliputi data mining, eye-tracking, heatmap analysis, dan machine learning untuk memahami pola dan preferensi pengguna. Laboratorium ini juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, industri, dan komunitas, terutama dalam pengembangan produk digital, layanan publik, dan platform edukasi. Di lingkungan vokasi, hub ini memperkuat kemampuan riset terapan dan desain berbasis empati, menjadikan data bukan sekadar angka, tapi cerita yang membentuk solusi nyata.

Visual Interactive & XR
Editorial & Fotography Studio

Laboratorium riset yang berfokus pada pengembangan teknologi interaktif dan pengalaman imersif berbasis Extended Reality (XR), mencakup Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR). Laboratorium ini menjadi ruang eksplorasi bagi mahasiswa dan peneliti untuk menciptakan simulasi visual, aplikasi edukatif, dan instalasi interaktif yang menggabungkan desain, pemrograman, dan sensorik digital. Dengan dukungan perangkat seperti headset VR, kamera depth-sensing, dan software seperti Unity atau Unreal Engine, lab ini mendorong riset lintas disiplin—dari pariwisata virtual, pelatihan industri, hingga storytelling budaya berbasis XR. Di lingkungan vokasi, laboratorium ini memperkuat keterampilan teknis sekaligus kreativitas visual, menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri kreatif dan teknologi edukasi. Visual Interactive & XR Lab bukan hanya tempat riset, tapi panggung masa depan interaksi manusia dan ruang digital.

Laboratorium riset kreatif yang menggabungkan praktik jurnalistik, desain editorial, dan seni fotografi dalam satu ruang kolaboratif. Studio ini dirancang untuk mendukung produksi konten visual dan naratif yang kuat, mulai dari foto dokumenter, editorial fashion, hingga layout majalah dan publikasi digital. Dilengkapi dengan studio pemotretan, ruang editing, dan perangkat pencahayaan profesional, laboratorium ini menjadi tempat mahasiswa dan peneliti mengeksplorasi estetika visual, narasi sosial, dan teknik produksi media. Riset di studio ini mencakup eksperimen gaya visual, pengembangan identitas visual UMKM, serta kritik budaya melalui foto dan teks. Di lingkungan vokasi, studio ini memperkuat keterampilan teknis sekaligus kepekaan naratif, menjadikan fotografi dan editorial sebagai alat komunikasi strategis. Editorial & Photography Studio bukan hanya tempat produksi, tapi ruang penciptaan makna dan dokumentasi zaman.

Fashion & Management Creative Craft
Desain Kemasan & Branding Digital

Laboratorium riset yang mengintegrasikan desain mode, kriya tekstil, dan manajemen bisnis kreatif dalam satu ekosistem pembelajaran terapan. Laboratorium ini dirancang untuk mengembangkan produk fashion berbasis budaya lokal, teknik kriya kontemporer, dan strategi kewirausahaan. Dilengkapi dengan fasilitas desain pola, mesin jahit industri, studio styling, serta ruang display produk, lab ini menjadi tempat mahasiswa merancang, memproduksi, dan memasarkan karya mereka secara end-to-end. Riset di dalamnya mencakup eksplorasi material ramah lingkungan, teknik pewarnaan alami, serta pengembangan brand fashion berbasis narasi lokal. Di lingkungan vokasi, laboratorium ini memperkuat keterampilan teknis, estetika, dan manajerial, menjadikan fashion bukan hanya soal gaya, tapi juga strategi ekonomi dan ekspresi budaya. Fashion & Management Creative Craft Lab adalah ruang penciptaan yang merayakan identitas, inovasi, dan keberlanjutan.

Ruang inovatif yang menggabungkan estetika visual, strategi komunikasi, dan teknologi digital untuk menciptakan identitas produk yang kuat dan berdampak. Laboratorium ini berfokus pada pengembangan desain kemasan yang fungsional, menarik, dan berakar pada nilai lokal, sekaligus membangun narasi merek yang relevan dengan pasar digital. Dilengkapi dengan perangkat desain grafis, studio fotografi produk, dan software branding interaktif, laboratorium ini mendukung proses riset dari eksplorasi material, tipografi, ilustrasi, hingga simulasi pemasaran digital. Mahasiswa dan peneliti diajak untuk memahami perilaku konsumen, tren visual, serta strategi storytelling yang efektif. Di lingkungan vokasi, laboratorium ini menjadi katalisator bagi UMKM dan industri kreatif, menjadikan desain kemasan bukan hanya soal tampilan, tapi juga alat komunikasi, diferensiasi, dan pemberdayaan ekonomi. Ini adalah tempat di mana desain bertemu makna dan strategi.