Mahasiswa DKV TSU Berlatih Editing Video Iklan 90 Detik dengan Unsur Tipografi Kinetik
Berita animasi teks, color grading, DKV TSU, Editing Video Iklan 90, Post Produksi, Tipografi KinetikOleh: Heriyanto Atmojo, S.Sn., M.Sn
Solo, 30 Juni 2025 — Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Tiga Serangkai University (TSU) menampilkan kemampuan kreatif dalam pengolahan video digital melalui mata kuliah Post Produksi. Praktik tengah semester dilaksanakan secara langsung di Studio Lab Komputer TSU, Solo, dengan fokus pada pembuatan video iklan sosial media berdurasi 90 detik.
Dalam praktik ini, mahasiswa tidak hanya belajar proses teknis editing video, tetapi juga menggabungkan unsur tipografi kinetik (kinetic typography) untuk memperkuat daya tarik visual dan pesan iklan. Teknik ini memungkinkan elemen teks tampil dinamis, mengikuti irama musik, gerakan gambar, atau ritme narasi, sehingga menjadikan video lebih hidup dan komunikatif.
“Penggunaan tipografi kinetik membuat video lebih ekspresif dan profesional, sekaligus memperkuat pesan dalam durasi singkat. Ini sangat relevan untuk konten sosial media yang mengandalkan visual cepat dan menarik,” ujar Heriyanto Atmojo, dosen pengampu mata kuliah.
Mahasiswa ditugaskan untuk menyusun video iklan promosi produk atau layanan, lengkap dengan opening title, transisi visual, efek grafis, color grading, dan animasi teks bergerak. Beberapa karya menonjol mengusung konsep iklan Citato, Game, hingga brand fashion indie, yang dikemas dalam gaya desain modern dan berenergi.
“Saya menggunakan tipografi yang muncul seiring beat musik, agar teks bisa jadi bagian dari storytelling visual, bukan sekadar tambahan informasi,” ungkap Fajar, mahasiswa peserta praktik.
Studio Lab Komputer TSU menyediakan fasilitas perangkat editing profesional seperti Adobe After Effects, Premiere Pro, dan library aset grafis untuk mendukung kebutuhan mahasiswa dalam eksplorasi visual.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan project-based learning berbasis industri kreatif digital, di mana mahasiswa dilatih tidak hanya sebagai editor teknis, tetapi juga sebagai desainer visual yang mampu menyampaikan pesan secara kreatif dan strategis.
Hasil karya terbaik akan dikurasi dan ditampilkan melalui kanal digital resmi kampus, serta masuk dalam portofolio mahasiswa fokus di desain video sosial media