📰 UMKM Desa Banaran Melesat Melalui Teknologi Informasi dan Pentahelix Governance
Berita Desa Banaran, Digital Marketing, Pemasaran, Pengabdian Masyarakat, Sekolah Vokasi, UMKM, Universitas Tiga Serangkai, vokasitsuDesa Banaran terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital melalui pemberdayaan UMKM berbasis teknologi informasi. Dalam rangka menuju Desa Digital yang berdaya saing, Pemerintah Desa Banaran bersama mitra akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan pemerintah (pendekatan Pentahelix Governance) menggelar workshop bertajuk “UMKM Berbasis Teknologi Informasi: Branding Kuat, Marketing Cepat, UMKM Melesat”.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku UMKM lokal yang antusias mengikuti pelatihan intensif selama satu hari. Materi yang diberikan mencakup strategi digital marketing, teknik pengemasan produk yang menarik dan fungsional, serta optimalisasi penjualan melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.
Workshop ini menghadirkan narasumber dari tim dosen Universitas Teknologi Surakarta (TSU), di antaranya Bapak Prihanto, S.Pd., M.Si., yang membahas pentingnya kemasan produk dan desain visual untuk meningkatkan nilai jual Ibu Fatin Fadila, S.M., M.M. yang menyampaikan strategi pemasaran digital yang relevan dengan perkembangan media sosial terkini; serta Ibu Rahmatika, S.Pd., M.Hum., yang mengupas teknik storytelling produk untuk membangun koneksi emosional dengan konsumen melalui konten produk.
Menariknya, pada kegiatan workshop ini para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diminta untuk langsung mempraktikkan pembuatan video konten promosi produk. Dalam sesi praktik ini, peserta diajak untuk membuat video singkat yang menonjolkan keunggulan produk mereka, lengkap dengan elemen visual, narasi, dan gaya penyajian yang sesuai dengan karakteristik media sosial. Hasil konten ini kemudian mendapat masukan langsung dari para narasumber agar dapat dikembangkan lebih lanjut untuk keperluan promosi digital.
Tujuan utama dari workshop ini adalah membekali UMKM dengan keterampilan praktis agar mampu membangun branding yang kuat dan menjangkau pasar lebih luas secara digital. Para peserta juga diajak untuk memahami pentingnya membangun narasi produk, memanfaatkan algoritma media sosial, serta penggunaan elemen visual yang menarik untuk meningkatkan daya tarik konsumen.
Kepala Desa Banaran menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal menuju ekosistem UMKM digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan sinergi antar unsur Pentahelix, Desa Banaran diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis teknologi di tingkat regional.
Melalui pelatihan ini, UMKM Banaran tak hanya naik kelas, tetapi juga siap bersaing di era digital dengan semangat kolaborasi dan inovasi.